margin profit
Sedikit obrolan pengantar, seperti halnya berjualan barang, tentunya kita menginginkan juga profit yang tinggi dalam usaha akuakultur kita. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya nilai margin profit adalah tingginya nilai jual produk akuakultur (tapi tentunya harus ada selisih yang besar dibandingkan dengan biaya produksi).
Untuk mencari keuntungan besar tentunya kita memerlukan tahapan pemilihan spesies akuakultur tetapi keberadaan pengetahuan teknis dan teknologi penunjang mesti diperhitungkan untuk menjalankan proses produksi dengan baik. Jadi intinya spesies yang dipilih haruslah yang memiliki harga jual yang tinggi (biasanya akibat demand yang tinggi).
Pada kenyataannya, dalam akuakultur skala kecil dan menengah seringkali mengalami kerugian akibat biaya produksi yang semakin membengkak (katakanlah akibat kenaikan harga pakan). Kalau hal yang begini terjadi mungkin usaha akuakulturnya dikategorikan sebagai food aquaculture dan belumlah dikategorikan sebagai business aquaculture. Di lain sisi, business aquaculture sebagai contoh pertambakan udang milik CPP adalah sebuah impian bagaimana seharusnya akuakultur itu dijalankan dimana profit yang didapat mampu mensejahterakan para pegawainya.
Kalau dipikir-pikir menjalankan sebuah food aquaculture yang bermodal minim dan dengan pemilihan spesies yang bernilai rendah, seharusnya tidak layak diusahakan, tapi tetap saja life goes on.
ada sumbangan pemikiran?
Gambar diambil dari Pontianak Post
lagi malas membuat artikel yang berat-berat

